Ujian Sekolah Berbasis Android Mulai Diterapkan di MTS Muhammadiyah Pulau Punjung Dharmasraya

Ujian Sekolah Berbasis Android Mulai Diterapkan di MTS Muhammadiyah Pulau Punjung Dharmasraya

Mtsmupulaupunjung.com siswa kelas VII dan VIII  Mts Muhammadiyah Pulau Punjung Dharmasraya, mulai mengikuti Ujian Penilaian Akhir Tahun Berbasis Komputer/Smartphone (PAT BKS) tahun pelajaran 2021-2022 Senin (6/6/2022). 
Kepala MTs  Muhammadiyah Pulau Punjung. Irma Mafdawati Pasaribu, S.Ag, mengatakan bahwa pelaksanaan Ujian Penilaian Akhir Tahun. tahun ini berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya. Tahun ini, lembaga pendidikan menerapkan Ujian Penilaian Akhir Tahun Berbasis Komputer/Smartphone (PAT BKS) Madrasah berbasis Android dan Komputer sebagai sarana pendukung. Setiap siswa yang mengikuti ujian diperkenankan menggunakan handphone android di dalam ruangan ujian bagi yang tidak memiliki Smartphone di berikan fasilitas ruang labor komputer.
“Hari ini, siswa/i kami kelas 7 dan 8 yang terbagi dalam 4 rombongan belajar, mulai mengikuti ujian PAT  online dengan menggunakan komputer dan Handphone android. Jadi, pelaksanaan ujian kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Irma Mafdawati pasaribu, S.Ag.
Menurut Irma, ada tujuan positif di balik ujian online berbasis Handphone android dan komputer itu. Para siswa semakin melek dengan teknologi digital.
“Ujian online berbasis Android ini merupakan sarana agar siswa semakin terbiasa dan melek dalam menggunakan media digital,” ungkap Irma, S.ag.
Dirinya juga mengakui bahwa pelaksanaan ujian berbasis online ini bisa mengurangi masalah sampah. Jika menggunakan ujian berbasis kertas, tentu sampah akan menumpuk. Selain itu, kata dia, ujian online berbasis Android lebih efisiensi dengan memanfaatkan teknologi.
“Jadi, ada keuntungan dalam menerapkan ujian berbasis android ini. Masalah sampah bisa dikurangi,” sambung Irma.
Peserta ujian, demikian Irma diminta untuk menggunakan handphone android, sebab jumlah komputer sekolah sangat terbatas hanya 22 unit. Penggunaan ponsel adalah salah satu pilihan jika pada sesi tertentu komputer mengalami keterbatasan atau hambatan.
“Mengapa menggunakan handphone android milik siswa, karena fasilitas sekolah tidak memadai,” terang Irma.
Kendala yang dihadapi adalah layar atau screen Smartphone terlalu kecil yang bisa mengganggu pemahaman terhadap soal. Selain itu, jaringan Wi-fi tidak terlalu stabil.
“Kendala yang dihadapi adalah screen Smartphone anak-anak terlalu kecil. Selain itu, jaringan Wi-Fi di sini tidak stabil,” ujar P. Gusti.
Kedepannya, pihak sekolah tetap menggunakan Smartphone/android dalam menyelenggarakan ujian. Ini sebagai latihan yang bagus bagi anak-anak dalam menggunakan teknologi digital.
“Jadi, kedepannya kami tetap menggunakan Smartphone  dalam menyelenggarakan ujian. Ini sebagai latihan yang bagus dalam menggunakan teknologi digital,” tutup irma.
Sementara itu, Refri salah satu siswa kelas VII mengatakan tidak mengalami kesulitan dalam pelaksanaan ujian berbasis Android. Ia  menilai penggunaan aplikasi Android dalam Ujian Sekolah tahun ini sangat baik, karena adanya simulasi atau uji coba yang telah dilakukan pihak sekolah sebelum ujian dilaksanakan.
“Saya merasa nyaman menggunakan handphone. Namun, hanya saja terkendala dengan jaringan,” ungkap Refri. (isman)