ANGGOTA HW HIKING DI NAGARI LUBUK KARAK

ANGGOTA HW HIKING DI NAGARI LUBUK KARAK

Pulau Punjung mtsmupulaupunjung.com  – Wajah lelah namun ceria tampak terlihat pada anak anak Hizbul Wathan siang tadi.

Ya mereka baru saja mengikuti Hiking, salah satu materi kegiatan yang digelar oleh kakak Pembina pada perkemahan yang sedang mereka ikuti.

Hari itu sekolah mereka sedang memeriahkan rangkaian kegiatan bulan Rajab.

Para siswa MTs Muhammadiyah Pulau Punjung itu sedang mengikuti perkemahan Pandu Hizbul Wathan (HW).

Acara digelar selama tiga hari dan dibuka oleh kepala sekolah MTs Muhammadiyah Pulau Punjung, Sabtu Irma Mafdawati Pasaribu, dengan menggelar acara perkemahan Hiking dari Siraho Menuju Lubuk Karak.

Menurut Isman, pembina pandu HW MTs Muhammadiyah Pulau Punjung, acara digelar selama tiga hari sabtu siang sampai Senin sore (11-13/2/2023) yang diikuti oleh 68 peserta.

“Selain mengajarkan, disiplin dan tanggungjawab, maksud dari kegiatan ini adalah melatih kemandirian pada anak-anak, agar mereka lebih bisa melakukan sesuatu tanpa harus di urusi oleh orang tuanya,” ungkapnya.

Materi yang diberikan pada kepanduan Hizbul Wathan adalah Morse,  Hiking, PBB, sandi, tali temali serta menyambut isrok mikrat bersama warga masyarakat siraho dan renungan malam.

“Kami membagi mereka dalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok menampilkan atraksinya pada malam pentas seni semalam,” tutur isman yang juga TU di MTs muhammadiyah Pulau Punjung.

Sementara itu,  salah seorang siswa peserta kemah, Yeyen  merasa senang mengikuti kegiatan ini. Selain bertambah teman juga mendidik dirinya menjadi mandiri dan tanggung jawab.

“Enak bisa tidur bareng teman-teman sekolah di perkemahan, juga ada hiking dimana disetiap pos kita diminta menjawab dan mempraktekkan soal-soal yang diberikan kakak Pembina,” kata siswa kelas 7 ini.

Acara kemah diakhiri dengan Hiking dimana setiap kelompok berjalan menuju titik-titik yang telah di tentukan pembina salah satu AIR Terjun berangin yang berada di Jorong Siraho rute yang disiapkan oleh para Pembina dan berhenti di pos-pos yang telah disediakan untuk menjawab soal dari mereka sehingga kata yolanda salah seoarang peserta menyampaikan walau matanya di gigat tawon, pedih, lebam hapir tak bisa melihat sebelah matanya yang kenak, tapi semangatnya luar biasa tidak pantang menyerah, sehingga menuntaskan rute yang telah ditentukan.

Tak terlupakan juga cerita Jesika yang juga merupakan peserta Hiking HW, meyampaikan sangat asik dan menantang  walau badanya agak gemuk dikit, dan anaknya manja sering tertinggal, dan menagis dalm sawah-sawah karna tak sangub lagi jalan, sehingga di bantu teman-teman sekelompoknya, tetap ceria pungkasnya.

Jarak yang di tetapkan pembina dengan menepuh jarak lebih kurang 15 km yang dilalui selama 1 hari penuh.